Jujur itu memang mahal sekaligus menyakitkan. Dituduh partisan, dan dituding dibayar. Itu ulang kali terjadi dalam prediksi-prediksi yang saya tulis. Adakah saya harus berbohong dalam kolom ini agar dianggap tidak disogok dan tidak membela seseorang, saudaraku?
MK akan membacakan putusan judicial review UU Pilpres yang diajukan Yusril Ihza Mahendra sore nanti. Apapun keputusannya, Jokowi dan Prabowo diprediksi akan tetap jadi capres yang mendapat dukungan publik paling kuat.
Jokowi unggul atas calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mendapat 17 persen. Elektabilitas Prabowo pun naik 1 persen di banding bulan sebelumnya.
Bak petir di siang bolong, jagad politik nasional dikagetkan dengan masuknya nama Ketua KPK Abraham Samad di bursa cawapres. Makin mengejutkan, yang meliriknya adalah capres Gerindra Prabowo Subianto. Sebenarnya sekuat apa elektabilitas Abraham Samad saat ini?
PDI Perjuangan menurut Dhani telah memulai menerapkan praktik politik berbiaya murah. Meski partai ini memiliki anggaran kampanye yang minim, namun bisa memunculkan cara marketing politik yang kreatif.
Di saat partai berlomba tampil dengan banyak warna, penuh gambar, penuh gaya, lengkap dengan simbol kebesarannya, PDI Perjuangan justru muncul dengan kesederhanaan.
Lembaga survei Indikator Politik pimpinan Burhanuddin Muhtadi menggelar survei seputar tingkat elektabilitas capres pada Februari 2014. Hasilnya Gubernur DKI Jokowi masih jadi capres paling potensial saat ini.