Nasib naas menimpa Mbah Dirjo Pawiro (85 tahun), warga Dusun Tular, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dia tewas setelah terseret banjir lahar dingin Merapi saat buang air besar.
Kerusakan infrastruktur akibat lahar dingin Merapi luar biasa parah. BNPB telah menyiapkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk memperbaiki sungai yang dibanjiri lahar dan material Merapi. Namun, masih butuh dana Rp 444,7 miliar untuk memulihkan semuanya.
Dari pantai Namlea, ibukota Kabupaten Buru, Desa Kayeli kelihatan hanya sebesar titik putih di seberang lautan. Malam hari, desa yang masuk Kecamatan Waeapo itu berubah jadi seperti seekor kunang-kunang.
Brakk!! Suara jembatan apron KMP Temi menyentuh dermaga feri pelabuhan Namlea, ibukota Kabupaten Buru, Maluku. Pulau Buru terlihat indah, tak lagi menyeramkan.
Penampakan hantu yang berhasil diabadikan kamera handphone kembali terjadi. Kali ini di Kabupaten Nganjuk. Hantu jenis kuntilanak terekam jelas di bantaran sungai bawah jembatan.
Nah, itu dia Danau Sentani yang luas bertabur pulau-pulau kecil yang indah, bagaikan miniatur Nusantara. Segumpal awan putih di depan kami menghiasi langit dengan pelangi tipis yang cantik di atasnya. Panorama yang langka kami nikmati. Tidak sampai lima menit, kami pun berada di atas pelangi tersebut. Kulambaikan tangan pada indahnya pemandangan di atas langit Papua ini.
Nah, itu dia Danau Sentani yang luas bertabur pulau-pulau kecil yang indah, bagaikan miniatur Nusantara. Segumpal awan putih di depan kami menghiasi langit dengan pelangi tipis yang cantik di atasnya. Panorama yang langka kami nikmati. Tidak sampai lima menit, kami pun berada di atas pelangi tersebut. Kulambaikan tangan pada indahnya pemandangan di atas langit Papua ini.
Dalam waktu empat belas dari tanggal 27 September sampai 10 Oktober 2010, setengahnya saya dan Rainer Oktavianus habiskan dengan menjelajah Kepulauan Bangka Belitung. Bukan hal mudah untuk mengatur itinerary karena grup kami adalah kloter pertama yang berangkat, belum dapat bayangan sama sekali. But we believe that the island will surprise us.
Dalam waktu empat belas dari tanggal 27 September sampai 10 Oktober 2010, setengahnya saya dan Rainer Oktavianus habiskan dengan menjelajah Kepulauan Bangka Belitung. Bukan hal mudah untuk mengatur itinerary karena grup kami adalah kloter pertama yang berangkat, belum dapat bayangan sama sekali. But we believe that the island will surprise us.