Presiden AS Donald Trump mengklaim para jenderal AS memberitahunya bahwa ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon, terindikasi sebagai serangan bom.
Ledakan dahsyat di Lebanon membuat udara kota Beirut tercemar gas beracun nitrous oxide atau N2O. Gas yang bersifat sedatif ini bisa menyebabkan keracunan.
Sejumlah video terkait ledakan di Lebanon beredar dengan salah satunya menunjukkan objek mirip rudal di lokasi. Video itu dipastikan hoax atau rekayasa.