Gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina, mendapat serangan bom bunuh diri pada 27 Januari 2019. Polri mengatakan belum ada konfirmasi terkait keterlibatan WNI.
Lima anggota kelompok Abu Sayyaf yang diyakini berada di balik dua serangan bom terhadap gereja Katolik di Jolo, Filipina selatan, telah menyerahkan diri.
Menko Polhukam Wiranto menyayangkan sikap otoritas Filipina yang sempat menyatakan bahwa pelaku bom di katedral Jolo merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Pemerintah Filipina menyebut pelaku peledakan bom di gereja Katolik di Pulau Jolo adalah pasangan WNI. Kemlu mengatakan kewarganegaraan itu belum terkonfirmasi.
Otoritas Filipina menyelidiki peristiwa pengeboman ganda di gereja. Militan Abu Sayyaf diduga kuat di balik teror mematikan dalam beberapa tahun terakhir.