Setelah kasus tertukarnya 222 lembar soal Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia jurusan IPA terjadi di SMAN 1 Pamekasan, kekacauan pelaksanaan UN kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa SMKN 3.
Kawanan maling diperkirakan lebih dari 2 orang mengobok-obok Puskesmas Pembantu Barurambat Kota Pamekasan. Tak hanya ruang bersalin yang dibobol, mereka juga mencongkel kamar obat dan rumah dinas bidan.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMAN 1 Pamekasan, Madura sempat tertunda sekitar 20 menit. Gara-garanya, lembar soal Bahasa Indonesia untuk siswa IPA, namun yang datang soal Bahasa Indonesia jurusan IPS.
Sejumlah warga Kecamatan Kota Pamekasan rasan-rasan adanya gempa yang bergetar lembut saat asyik menonton teve. Saking lembutnya, goyangan gempa hanya bisa dirasakan warga yang sedang duduk dan tiduran.
Guru penampar murid hingga nyaris tuli, akhirnya dinonjobkan jadi petugas penerima tamu. Hak mengajar yang selama ini dipegang Syaifulah dicabut karena dikhawatirkan muncul korban baru.
Ahmad Faqih Kurniawan (14), siswa kelas 2 MTs Negeri Pademawu Pamekasan, Madura terancam tuli setelah ditampar Sy, guru Geografi. Dokter spesialis THT menyatakan gendang telinga kirinya dinyatakan pecah.
Program nasional e-KTP di Surabaya, masih jauh dari target yang ditentukan kementerian dalam negeri (Kemendagri). Dari 1.876.395 jiwa penduduk di Surabaya, yang menyelesaikan program e-KTP sebanyak 54,01 persen.
Pengunjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Pamekasan marah. Mereka melempar bambu ke kaca jendela kantor DPRD karena dilarang mengeluarkan kursi anggota dewan yang dinilai tidak mendengar aspirasi rakyat terhadap wacana pemerintah menaikan harga BBM.
Terdakwa korupsi yang sempat menjadi buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan akhirnya bisa diringkus di Bogor, Jawa Barat. Abdillah Naji Kuddah (49) tak melakukan perlawanan saat ditangkap.