Pemerintah China membela keberadaan kamp-kamp pendidikan ulang di Xinjiang dan menyatakan akan terus melanjutkan "pelatihan" warga di wilayah tersebut.
Aktivis dan organisasi HAM mengatakan Jerman bisa berbuat lebih banyak mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong dan mengutuk kamp penahanan Uighur di Xinjiang.
Xinjiang dihuni sekitar 21 juta penduduk (China National Census 2010). Mayoritas adalah suku Uighur disusul Tajik, Uzbek, Hui, Tibet dan suku kecil lainnya.
Ketika AS mempertaruhkan hubungan dengan China saat mengesahkan UU Perlindungan Etnis Uighur, negara mayoritas muslim justru bungkam atas situasi di Xinjiang.