Indonesia ternyata masih menggantungkan kebutuhan kapal laut khusus dari negara lain. Setidaknya ada 3 kapal yang rutin Indonesia sewa dari negara lain.
PT Pupuk Kaltim Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur mendapatkan pasokan gas sebesar 85 billion british thermal unit per hari (BBtud) hingga 2021 dari Mubadala Petroleum.
PT Total E&P Indonesie, perusahaan minyak asal Prancis yang mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur saat ini telah memproduksi 80% cadangan gas di blok yang memiliki banyak gas bumi tersebut.
Produksi minyak Indonesia makin hari makin turun, sampai saat ini Indonesia juga belum juga menemukan cadangan minyak besar setelah Blok Cepu, Jawa Timur.
Kilang minyak Cepu yang produksinya ditopang dari lapangan Kawengan, merupakan lokasi pengeboran minyak tertua di tanah air. Sumur-sumur yang terdapat di wilayah tersebut dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda.
Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ mengeluarkan US$ 123 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun lebih, untuk mengangkat 3 anjungan minyak yang nyaris tenggelam di lepas pantai Laut Jawa.
Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Jawa Timur menerjunkan tim untuk meneliti kandungan air yang keluar dari sumur bor warga Ngawi. Sumur bor yang berada di sawah itu tiba-tiba mengeluarkan gas, dan mudah terbakar saat disulut api.