Presiden AS Barack Obama berbicara berapi-api di depan Sidang Majelis Umum ke-69 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Obama minta dunia bersama-sama bertindak tegas terhadap Al Qaeda dan ISIS.
Dalam pidatonya, Ban Ki-Moon menyoroti mengenai penyakit ebola di Afrika Barat yang sudah menewaskan lebih dari 2.600 orang, kelompok militan Islamic State on Iraq and Syiria (ISIS), dan perubahan iklim.
Militan asal China dari Xinjiang kabur dari negaranya untuk mendapat pelatihan terorisme di luar negeri. Parahnya, mereka mendapat pelatihan dari militan ISIS.
Paus Fransiskus mengecam ekstremis di seluruh dunia yang disebutnya 'menyesatkan' agama sebagai dalih untuk tindakan kekerasan. Paus juga memuji negara dengan mayoritas umat Islam hidup berdampingan bersama umat Katolik dan Kristen Ortodoks.
Polisi Australia melakukan operasi anti teror terbesar dalam sejarah negara itu. Operasi anti teror itu diklaim berhasil menggagalkan rencana teroris untuk "melakukan pemenggalan acak terhadap warga sipil".
Daulah Islamiyah bukan hanya lemah secara militer, tetapi ideologinya mengalami 'luka yang dalam'. Sampai sejauh ini, strategi kelompok ini tidaklah menyerang Barat secara langsung, berbeda dengan al-Qaida.
Pemimpin komunitas muslim di Australia mengatakan sebagian besar anggotanya tidak mendukung rencana keterlibatan militer negara itu berperang melawan pasukan ISIS di Irak. Rencananya, Australia akan mengirim jet tempur dan sekitar 600 tentara ke Irak.
Oposisi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad menyambut baik niat AS menyerang militan ISIS di Suriah. Koalisi Nasional Suriah menyatakan siap bekerja bersama AS.