Gara-gara kalah 0-1 dari Korea Selatan, Indonesia harus tersingkir dari Piala Asia. Walau mendapat apresiasi relatif positif, tetap ada kekecewaan. Alhasil, tribun media pun kena guyuran.
Tepuk tangan meriah dan yel-yel yang terus membahana tak mampu menutupi rasa kecewa tersingkir dari Piala Asia. Wajah tertunduk, tapi sebuah harapan terlahir.
Karena tinggi badannya, Markus Horisson dipilih Ivan Kolev untuk menghadapi Korea Selatan. Tapi kiper plontos itu memang hebat, bukan hanya karena posturnya yang menjulang.
Gagal membawa tim Indonesia ke babak perempatfinal tentu membuat kecewa pelatih Ivan Kolev. Namun ia amat bangga pada anak buahnya dari awal sampai akhir.
Indonesia tersingkir dan gagal mengukir sejarah. Menghadapi tim kuat Korea Selatan, Rabu (18/7/2007), pasukan "Merah Putih" menyerah dengan skor tipis 1-0.
Untuk memberi pengamanan maksimum dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pihak kepolisian mengerahkan tiga ribu personel untuk mengamankan laga Indonesia-Korea Selatan sore ini.
Tak jadi soal bagi Arab Saudi kalau tak menjuarai Grup D. Pelatih Helio Dos Anjos menegaskan yang terpenting buat timnya adalah lolos ke perempat final.
Besok tim Indonesia bertanding lagi. Senayan sudah kita merahkan, saatnya untuk memutihkannya. Tapi dengan atribut warna apapun, GBK tetap harus digelorakan.