Selain Istiqlal dan Katedral, Jakarta tampaknya akan memiliki ikon tempat ibadah baru yang mengagumkan. Gereja raksasa nan megah dengan arsitektur indah berdiri di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.
Dr Siti Musdah Mulia tidak setuju dengan seruan boikot Film Perempuan Berkalung Sorban. Ia menilai film itu justru mengungkapkan realitas penindasan terhadap perempuan dengan mengatasnamakan agama.
Senada dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub, Mantan Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir pun sepakat jika film 'Perempuan berkalung sorban' ditarik di pasaran.
Film 'Perempuan Berkalung Sorban' diserukan diboikot karena dinilai telah mencitrakan Islam sangat buruk. Sutradara film itu, Hanung Bramantyo mengaku tidak menjelekkan Islam. Ia menolak mengoreksi film itu .
Film 'Perempuan Berkalung Sorban' diserukan diboikot karena dinilai telah mencitrakan Islam sangat buruk. Sutradara film itu, Hanung Bramantyo mengaku tidak menjelekkan Islam. Ia menolak mengoreksi film itu .
Sutradara Hanung Bramantyo heran atas seruan boikot terhadap film Perempuan Berkalung Sorban. Ia curiga Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yakub yang menyerukan pemboikotan itu diprovokasi kelompok yang ingin memfitnah film bertema feminisme tersebut.
Kontroversi film Perempuan Berkalung Sorban membuat Presiden PKS Tifatul Sembiring ikut bersuara. Ia mendukung seruan Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yakub agar film itu diboikot. Ia pun meminta film itu dikoreksi.
Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub menilai film Perempuan Berkalung Sorban telah menyakiti umat Islam, dan kalangan pesantren. Film yang dibintangi Revalina S Temat ini telah sangat buruk mencitrakan Islam.
Film Perempuan Berkalung Sorban yang menuai kontroversi harus dinilai sesuai konteksnya. Jika zaman dulu, memang diskriminasi terhadap perempuan banyak terjadi. Namun sekarang yang digambarkan film itu sudah tidak ada.