Pengakuan Tjao Joa Julianto sang pemilik bangunan kalau di gudang tersebut terdapat 700 tabung gas elpiji. Dengan rincian 500 tabung gas berukuran 3 Kg dan 200 tabung elpiji ukuran 12 Kg.
Pemilik bangunan di Jalan Slompretan nomor 8 ditetapkan sebagai tersangka. Tjao Joa Julianto dianggap bersalah dalam kejadian yang menyebabkan 1 orang pekerja tewas dan puluhan bangunan rusak.
40-60 bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi di Jalan Slompretan. Kerusakan yang paling parah adalah bangunan yang dekat dengan sumber ledakan.
Gudang sekaligus rumah dan home industri yang meledak di Jalan Slompretan 8 memang berisi tabung elpiji. Tetapi aktivitas apa yang di dalam gudang itu masih tanda tanya. Usaha di gudang itu diduga ilegal.
Proses olah TKP dan upaya evakuasi dihentikan sementara oleh kepolisian. Polisi beralasan kurangnya penerangan di lokasi dan luasnya bangunan yang hancur akibat ledakan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan melayangkan surat kepada Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri ESDM Darwin Saleh agar melakukan cek dan kontrol terhadap tabung gas yang dikonsumsi masyarakat.
Forum lintas Asosiasi Industri Nasional telah mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan elpiji non subsidi.
Para pecinta mie ayam harus siap-siap merogoh kocek tambahan karena kenaikan TDL dan elpiji mau tidak mau akan membuat para pedagang mie ayam menaikkan harga jualnya.