Pelaku utama kasus mutilasi Tonny Arifin Djonim, Alanshia menyesal dengan perbuatannya. Ia meminta maaf ke keluarga korban melalui kuasa hukumnya, termasuk meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.
Alanshia menikmati shabu-shabu bersama korbannya Tonny Arifin Djonim, sebelum dia membunuh dan memutilasi Tonny. Kuat diduga narkoba berperang mempengaruhi keputusan Alanshia untuk memutilasi Tonny menjadi 11 bagian.
Selain pemeriksaan kasus mutilasi terhadap Tonny Arifin Djonim, Alanshia juga akan menjalani pemeriksaan terkait kepemilikan narkoba. Polisi menemukan narkoba di ruko yang disewa Alanshia tempat ditemukannya jasad Tonny.
Dua orang pejalan kaki dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh bayi yang baru lahir dan sudah tak bernyawa di sebuah jalan di Lostock, Bolton. Bayi itu ditemukan terbungkus di dalam plastik.
Tak hanya melakukan pembunuhan, Alanshia alias A Liong juga memutilasi Tonny Arifin Djonim jadi 11 bagian. A Liong sudah bercerita ke polisi soal alasannya melakukan tindakan keji itu.
Polisi berhasil mengungkap kartel narkoba jaringan internasional yang berhubungan dengan napi di Indonesia. Barang bukti 400 ribu butir ekstasi disita. Nilainya diprediksi mencapai Rp 70 miliar.
Seorang pria misterius pada Rabu (13/3) pagi kemarin sempat meminjam listrik ke ruko sebelahnya. Pria tersebut menggunakan listrik untuk mengebor pintu rukonya.
Identitas korban mutilasi di kawasan ruko Marina Mediterania Ancol, Jakarta Utara, mulai terungkap. Korban diduga adaalah Tonny Arifin Djomin (45), warga Muara Karang, Jakarta Utara.
Dalam tempo cepat polisi berhasil menguak kasus mutilasi di jalan tol. Seorang tukang soto yang biasa berjualan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Benget Situmorang (36), membunuh lalu memutilasi korbannya yang tak lain istrinya sendiri. Berikut kronologinya.