Hampir separuh wilayah Surabaya saat ini mengalami kesulitan air bersih. Pasalnya, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Karangpilang I dan Karangpilang II milik PDAM yang menyuplai air bersih ke masyarakat terganggu karena listrik mati.
Ternyata masih Indonesia berada pada urutan ke-111 dari 182 negara jauh di bawah Malaysia dan Singapura. Dengan kata lain pendidikan Indonesia masih jauh dari standar yang seharusnya. Sungguh ironi. Apakah ada yang salah.
Air sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia, saat ini sudah menjadi komoditi yang tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh negara. Pengusahaan air di banyak negara saat ini dilakukan oleh perusahaan investasi dan perusahaan utilitas swasta seperti yang terjadi di beberapa kota Indonesia.
Operasi transplantasi hati atau atresia billier yang dilakukan RSU dr Soetomo Surabaya terhadap Ramdan Aldil Saputra (3) harus mewaspadai bahaya virus dan jamur.
Wakil Ketua Komisi B Eko Susetyo mengusulkan BUMD atau Perusahaan Daerah di Kota Bandung yang tidak hanya berorientasi profit dapat dikembalikan menjadi badan atau dinas dibawah pemkot.
Mendapat laporan warga terkait matinya aliran PDAM ke rumah-rumah, Arif Afandi langsung melakukan inspeksi mendadak ke tandon air PDAM Putat Gede. Sidak ini sekaligus tindakan pertama kali pemkot dalam menanggapi masalah itu.
PDAM sudah selesai melakukan penyambung pipa dan beberapa kawasan air sudah mulai mengalir meski debitnya masih kecil. Pihak manajemen mengungkapkan butuh waktu 24 jam aliran normal.
Macetnya air dibeberapa wilayah di Surabaya disebabkan oleh pengelasan pipa di Karangpilang II. Akibat penyambungan pipa ini mengharuskan PDAM mengosongkan pipa yang besar dan menggunakan pipa yang kecil.