Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali anjlok. Rupiah mengalami penurunan karena kekhwatiran pelaku pasar terhadap kenaikan berbagai harga komoditas
Kondisi pasar global yang sedang meriang membuat nilai tukar rupiah ikut terpuruk. Rupiah bahkan mendekati level psikologis 9.500 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa (22/1/2008), rupiah dibuka langsung merosot ke level 9.485/9.495 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.460 per dolar AS.
Pasar finansial global yang sedang labil membuat mata uang dunia berfluktuasi tajam. Rupiah pun mengawali pekan ini dengan kehilangan poin yang cukup signifikan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan sore ini Senin (21/1/2008) tetap anjlok di kisaran Rp9.443/9.456 per dolar AS melemah dibandingkan dengan penutupan pada akhir pekan lalu sebesar Rp9.439/9.445 Hal ini disebabkan oleh BI yang tetap menjaga pergerakan rupiah dan tidak akan membiarkan diguncang gejolek domestik.
Dipicu gejolak dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan ini diprediksi masih akan berada di posisi mendekati Rp 9.500 per dolar AS. Aksi fund manajemen investasi asing yang melepas portofolio dan polemik harga kebutuhan pokok seperti beras dan kedelai menjadi alasannya.Pada perdagangan Senin (18/1/2008), rupiah dibuka di level Rp 9.442 per dolar AS
Berkali-kali Pak Harto lolos dari kondisi gawat. Bahkan hari ini kesehatannya terus membaik. Pak Harto memang luar biasa. Bahkan dokter pun tak habis pikir.Terheran-heran.
1Nilai tukar rupiah tetap belum beranjak di level 9.400-an akibat tingginya kebutuhan nilai tukar dolar AS dari dalam negeri membuat rupiah kalah bersaing. Pada perdagangan akhri pekan ini Jumat (18/1/2008), rupiah ditutup di posisi 9.440/9.445 per dolar AS, menguat tipis dibandingkan pembukaan pagi tadi di posisi 9.445-9.450 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah kembali melemah ditengah situasi pasar finansial dunia yang sedang amburadul. Hal itu diperparah dengan permintaan valas dari Pertamina yang terus memuncak seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan Jumat (18/1/2008), rupiah dibuka langsung melemah ke level 9.475/9.480 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.445 per dolar AS.
Pelemahan dolar AS akibat dari banyaknya perusahaan importir pertambangan yang belum mau menjual dolarnya memaksa rupiah belum dapat beranjak dari level 9.400-an. Pada penutupan hari ini Kamis (17/1/2007) rupiah masih berada di sekitar Rp 9.432-9.435 melemah sangat tipis dari pembukaan padi tadi yang berada di level Rp 9.443,5.