Nasi uduk memang sajian khas Betawi. Juga nasi ulam. Kenyataan membuktikan bahwa dalam hal nasi ulam, justru kaum etnis Tionghoa-lah yang menjadi bastion terakhir mempertahankan nasi ulam sebagai hidangan khas. Akankah nasib serupa juga bakal dialami nasi uduk?
Tinoransak yang dibalut dengan bumbu menyengat ini dijamin bakal bikin keringat berlelehan. Cocok buat lidah para penyuka hidangan Manado yang terkenal pedas. Untuk penggemar dabu-dabu jangan lupa cobain Udang bakar Dabu-Dabu yang bisa bikin ketagihan. Mau?
Anak-anak sudah kembali ke sekolah. Bekal sekolah harus kembali dibuat tiap pagi. Agar bekal selalu menarik selera anak ada beberapa trik sederhana yang bisa Anda lakukan. Cepat dan mudah lho!
Samgyethang merupakan salah satu masakan yang cukup populer di negeri ginseng. Jangan tertipu tampilannya yang tak menarik, karena yang satu ini rasanya sangat lezat dan menyehatkan. Mau?
Citarasa masakan Penang terkenal nikmat dengan bumbu rempah yang khas. Perpaduan masakan Portugis, Cina, Melayu, India campuran etnis Malaysia serta Thailand bisa dijumpai dalam rasanya.
Minggu lalu Pak Bondan berwisata kuliner ke Singaraja. Kali itu perjalanan mencari hidangan mak nyuss tersebut ditemani oleh Ayu Sitha. Hmm... resto mana saja ya yang perlu dicicipi jika mampir ke Singaraja?
Gara-gara seorang tweep menanyakan rumah makan yang menyediakan mangut iwak pe (ikan pari dimasak gulai pedas khas Pantura) di Jakarta, air liur saya pun terbit. Kebetulan pas saat makan siang. Maka, ke sanalah saya menuju.
Banyak orang yang merasa segan untuk makan di hotel. Alasannya, harganya pasti lebih mahal dibanding di restoran atau tempat makan lainnya. Eits, tunggu dulu, di Hotel Luxton Anda bisa makan sepuasnya hanya Rp 60 ribu
Pastinya, hasrat untuk mencicipi beragam makanan khas Makassar menjadi suatu hal yang tidak bisa dibendung (bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di bandara, hehe..).