Rasanya pedas-pedas gurih dan renyah. Tak hanya enak dijadikan lauk teman nasi putih hangat, tapi juga bisa dijadikan camilan dikala senggang. Penasaran?
Sebuah buku kumpulan resep karya seorang pakar kuliner Indonesia diluncurkan kemarin siang. Di dalam buku mungil ini ada banyak kisah, sentuhan pribadi juga resep-resep tradisional alternatif. Apa yang akan disampaikan oleh sang penulis pada pencinta kuliner?
Siapa yang tak suka dengan cendol? Minuman dingin yang berwarna kehijauan ini ternyata cara membuatnya sangat mudah. Cara membentuk butiran cendol juga masih sangat sederhana sekali hanya dengan menggunakan alat ini. Bagaimana sih cara menggunakannya?
Kari yang harum aromanya enak sekali dinikmati hangat dengan nasi hangat. Yang satu ini memakai campuran daging sapi dan tahu yang lembut gurih. Masak hingga kuah mengental dan bumbu meresap lalu nikmati selagi hangat mengepul dengan nasi pulen!
Daging asap dipadu dengan chikuwa-bakso ikan Jepang plus sayuran ini bisa jadi sajian yang enak. Bumbu yang gurih-gurih pedas plus sawi yang renyah membuatnya makin mantap dimakan dengan nasi hangat!
Wajahnya sudah tak asing lagi di layar kaca. Sejumlah program kuliner pun pernah dilakoni. Baginya makanan adalah wajah suatu bangsa dan memasak bagaikan mainan yang tak pernah membuatnya bosan.
Pasar tradisional yang berusia nyaris setengah abad ini menawarkan kelezatan abadi masa lalu. Ada gudeg Yogya yang mlekoh sedep, es cincau hijau, rujak bebeg, gembili, es duren, kue mangkok gula aren, celorot dan mangga arum manis yang ranum. Hmm... semuanya serba enak!