Militer Mesir kembali melakukan operasi pembubaran secara brutal terhadap massa pro Morsi di Kairo. Dunia internasional mengutuk tindakan kekerasan militer Mesir yang telah menewaskan ratusan orang tersebut.
Keamanan Mesir kembali menyerang para pendukung Morsi yang bertahan unjuk rasa. Ratusan orang meninggal, dan ribuan lainnya terluka. Uni Eropa pun ikut bersuara atas kekerasan yang terjadi di negara tersebut.
Mesir kembali memanas. Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mendesak para pendukung pemerintah interim Mesir dan pendukung presiden terguling Mohamed Morsi untuk menghentikan kekerasan.
Aparat polisi Mesir saat ini telah menguasai penuh kamp demonstran di Lapangan Al-Nahda, Kairo, yang selama ini menjadi salah satu basis para demonstran pro-Mohamed Morsi.
Otoritas Mesir melancarkan operasi membubarkan demonstran pendukung presiden terguling Mohammed Morsi. Bahkan menurut kelompok Ikhwanul Muslimin, operasi yang dilancarkan hari ini telah merenggut ratusan jiwa.
Keamanan Mesir kembali melakukan operasi pembersihan terhadap para pendukung Mohammed Morsi yang menggelar aksi unjuk rasa sejak beberapa pekan lalu. Lebih dari 36 orang tewas akibat serangan brutal itu.
Sesuai janjinya, otoritas Mesir benar-benar melancarkan operasi untuk membubarkan para demonstran pro-Mohamed Morsi. Bahkan menurut kelompok Ikhwanul Muslimin, operasi ini telah merenggut sekitar 250 nyawa.