Polri menyebut para terduga teroris yang terlibat bom Cirebon dan Solo dibaiat oleh Ustad Abu Bakar Ba'asyir. Namun sang ustad, menolak dilibatkan dalam aksi-aksi tersebut. Ba'asyir justru menuding, jaringan itu didikan seorang ustad beraliran keras di Cirebon.
Indonesia kembali diguncang bom. Kejadian terhangat terjadi di GBIS Kepunton, Solo, Ahad, (25/9/2011). Aksi ini sontak membuat pemerintah merasa geram.
Indonesia 'meleduk' lagi! Bom bunuh diri di depan GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, pada tgl 25 September 2011 telah memakan korban jiwa dan puluhan lainnya terluka sia-sia.
Adakah kaitan bom bunuh diri di Solo dengan sejumlah peristiwa bom di Ambon sepekan terakhir? Faktanya jenis bom yang digunakan sama, yakni bom rakitan. Polisi sedang mempelajari kaitannya.
Mabes Polri memastikan Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat adalah pria yang meledakkan dirinya dalam bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Solo. Polisi menengarai motif pengeboman adalah jihad.
Bom bunuh diri di depan GBIS pada tgl 25 September 2011 merupakan indikasi bahwa faksi radikal dalam bentuk sel-sel kecil tidak pernah mati. Mereka bertumbuh dan melakukan aksi seiring dengan momentum.
Bom yang meledak di Solo hanya berjarak 5 bulan dari aksi serupa di Cirebon. Yang penting juga diwaspadai jaringan ini begitu cepat merekrut pengebom bunuh diri atau 'pengantin'.