Dana untuk membeli hewan ternak milik warga korban erupsi Gunung Merapi baru mencapai sebesar Rp 10,5 miliar. Jumlah itu hanya sekitar 10 persen dari alokasi dana total untuk pembelian hewan ternak oleh pemerintah yang jumlahnya hingga Rp 100 miliar.
Dinas Perternakan dan Perikanan (Peterikan) Magelang, Jawa Tengah akhirnya hanya bisa melakukan pembelian ternak berupa 150 sapi milik warga di lereng Merapi. Padahal sesuai dengan data, ada 23 ribu ternak di Magelang yang siap dibeli pemerintah dengan harga yang layak.
Hujan mengguyur wilayah Ngawi dan sekitarnya hampir semalaman menyebabkan banjir. Tercatat 200-an rumah di 5 desa di Kecamatan Kwadungan telah terendam air dengan ketinggian 40 - 50 cm.
Sekitar 11.784 pengungsi yang tersebar di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah direncanakan akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing hari ini. Namun rencana kepulangan pengungsi itu akhirnya ditunda karena minimnya armada.
Pengusaha ternak di kawasan Amerika, Eropa bahkan Asia kini banyak yang mengembangkan teknik kloning. Penelitian terbaru mengungkapkan konsumsi susu dan daging dari ternak kloning sama amannya dengan ternak biasa.
Sekitar 221 ekor bangkai hewan ternak sapi yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi kembali dimusnahkan. Pembakaran bangkai itu untuk menghindari penyebaran penyakit menular.
Pemerintah hingga saat ini sudah membeli sekitar 3.800 hewan ternak milik penduduk yang menjadi korban letusan Gunung Merapi. Pemerintah membantah proses pembelian hewan-hewan ternak itu mengalami hambatan.
Masyarakat di lereng Gunung Wilis, tepatnya Dusun Badut Desa Jugo Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, digegerkan lahirnya anak sapi milik Nyari (30). Tak seperti lazimnya hewan mamalia, anak sapi ini lahir dengan hidung 2 dan memiliki 3 mata.
Bencana letusan Gunung Merapi memang masih menyisakan duka. Tak terkecuali bagi warga yang hewan ternaknya mati akibat terpanggang awan panas Merapi. Dilaporkan sebanyak 2.828 ekor sapi mati akibat musibah itu.