Pemerintah Indonesia memiliki sejumlah proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang dapat dikembangkan melalui skema Public Private Partnership (PPP).
PT Dirgantara Indonesia terus mengembangkan produksi pesawat N219 jenis amphibi (N219A). Hanya, pengembangan pesawat N219 Amphibi terhambat masalah anggaran.
Adapun Citarum dipilih karena dalam Perpres 15/2018 mengamanatkan revitalisasi hingga 2025 dan problem terbesarnya merupakan air dengan limbah domestik.
Privatisasi lumbung ikan nasional bakal berdampak luas bagi perikanan nasional dan kesejahteraan nelayan. Tak ada jaminan sumber daya ikan berkelanjutan.