Milly Patti masih sempat melempar senyum seperti tidak merasa bersalah saat rekonstruksi pembunuhan anaknya, Agnes Kharisma yang didalanginya. Milly bersikap seperti itu diduga karena mengalami keterbelahan jiwa.
Ibu seperti apa yang tega membunuh anak kandungnya? Pertanyaan ini selalu hinggap dalam kasus pembunuhan Agnes Kharisma, yang dibunuh ibu kandungnya sendiri, Milly Patti.
Milly Patti berbelit-belit saat diperiksa polisi soal pembunuhan anak kandungnya, Agnes Kharisma. Ia mengatakan anaknya pergi bersama bule. Tapi ditemukannya selimut merah membuat Milly tak berkutik.
Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Agnes Kharisma (17) di rumah petak kontrakannya di Jalan Raya Sirsak, Jaksel. Setelah itu polisi menggelar rekonstruksi di Jl Joe, Jaksel, tempat mayat Agnes dibuang.
Pemeriksaan kondisi kejiwaan atas Milly Patti alias Ibu Nenek yang membunuh anaknya sendiri, Agnes Kharisma, telah dilakukan. Sementara diketahui, Ibu Nenek dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Milly Patti alias Nenek (N), otak pembunuhan putrinya sendiri, Agnes Kharisma, seakan-akan terus dihantui perasaan bersalah. Saat dibawa polisi ke lokasi pembunuhan, perempuan paruh baya itu trauma dan ketakutan.
U diminta membantu membunuh Agnes Kharisma oleh S dan N. Warto menerima tawaran itu lantaran mendapat janji mendapatkan uang Rp 2 juta. Dia memang butuh uang untuk biaya persalinan istrinya.
S adalah anak angkat N, yang terlibat dalam pembunuhan Agnes Kharisma. N yang merupakan ibu kandung Agnes diduga memilih S untuk menjadi eksekutor karena S sering keluar masuk penjara.
Salah satu pembunuh Agnes Kharisma, S, sempat akan memperkosa gadis itu sebelum dibunuh. Namun hasrat itu urung dilampiaskan lantaran dicegah oleh U, pelaku pembunuhan yang lain.