Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump, mengaku bersyukur seusai dua kali lolos dari target pembunuhan. Trump pun menyebut semakin bertekad menang.
Badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan menanam sejumlah kecil bahan peledak di dalam 5.000 pager yang dipesan kelompok Hizbullah beberapa bulan lalu.
Donald Trump menyebut dirinya menerima telepon dari Presiden dan Wakil Presiden AS, Joe Biden dan Kamala Harris, seusai dirinya menjadi target pembunuhan.