Rusia segera mengevakuasi staf diplomatiknya dari Ukraina. Hal ini setelah anggota parlemen Rusia mengizinkan Putin untuk menggunakan kekuatan di luar negeri.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam pengakuan Rusia atas kemerdekaan dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri sebagai hal yang "tidak dapat diterima".
Pengerahan tentara Rusia ke Ukraina bagian timur yang disebut Presiden Vladimir Putin sebagai misi 'menjaga perdamaian' disebut AS sebagai 'omong kosong'.
Pemerintah Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin memang tidak benar-benar menyerang Ukraina secara langsung. Tapi Putin kini "membelah" Ukraina menjadi dua.