Beredar informasi yang menyesatkan dan hoaks mengenai adanya warga yang tersesat dan tewas saat mendaki Gunung Merapi membuat kelabakan tim SAR dan relawan. Ternyata informasi tersebut simpang siur dan tidak terbukti kebenarannya
BNPB menghentikan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengatasi banjir di kawasan Merapi dan Bengawan Solo sejak 6 Maret 2013. Hal ini dilakukan menyusul curah hujan yang mulai berkurang di kedua daerah itu.
Polda Jabar sudah memiliki langkah sigap guna mengantisipasi meletusnya Gunung Tangkuban Parahu. Tiga tempat pengungsian sudah disiapkan untuk masyarakat.
Hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah, dan menyebabkan banjir lahar dingin. Akibatnya, tiga truk terjebak di Sungai Bebeng Srumbung, Magelang. Tidak ada korban dari persitiwa ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat sudah menyiapkan skenario jika status Gunung Tangkuban Parahu naik dari Waspada jadi Siaga. Tahapan langkah yang harus diambil tersebut disusun sebagai antisipasi agar tidak ada korban.
Material vulkanik Gunung Tangkuban Parahu ternyata berdampak pada hujan abu yang dirasakan warga Subang, tepatnya di Kampung Panaruban. Namun warga tetap tenang dengan kejadian itu.
"Informasi itu salah. Gunung Tangkuban Parahu statusnya masih Waspada. Belum naik menjadi Level I (Siaga). Masyarakat jangan memercayai informasi seperti ini," ucap Kepala BPBD Jabar Sigit Ujwalprana.
Abu vulkanik sisa letusan masih menyelimuti area sekitar Gunung Tangkuban Parahu. Ukuran ketebalannya tiga milimeter. Tangkuban Parahu berstatus waspada sejak Kamis (21/2/2013).
Mendaki gunung adalah salah satu aktivitas yang menantang adrenalin. Selain melintasi medan berisiko tinggi, penguasaan terhadap diri sendiri juga diperlukan. Kalau mengaku petualang, cobalah mendaki gunung-gunung ini.