Jelang akhir 2009, bersama rekan-rekan dari Flora Fauna Internasional dan Jaringan Komunitas Masyarakat Adat, saya berkesempatan untuk 'mengencani' alam perawan di pelosok dusun di Aceh.
Suku Bajo, suku yang tinggal di rumah di atas air dan sehari-harinya menggunakan perahu dapat kita lihat di sekitar kepulauan Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko).
Banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar sudah surut sejak Minggu (6/11/) 2011 kemarin. Warga dibantu aparat TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar serta pemadam kebakaran mulai bergotong royong membersihkan jalan dan bangunan fasilitas umum.
Suku Bajo, suku yang tinggal di rumah di atas air dan sehari-harinya menggunakan perahu dapat kita lihat di sekitar kepulauan Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko). Tertarik mengenal mereka lebih jauh lagi?
Hal unik yang ada di kawasan Kajang adalah tidak terdengarnya kumandang adzhan dari pengeras suara masjid seperti halnya di desa-desa lain di Indonesia pada saat umat Muslim menunaikan ibadah shalat 5 waktu.
Pulau Kaja tidak diperuntukkan sebagai tempat wisata. Tapi kita bisa menikmatinya dengan mengelilingi pulau dengan ketinting. Paduan sampan kecil, sungai berarus dan Orangutan bikin pengalaman ini beda!
Salah satu alasan aku mengikuti Petualang Aku Cinta Indonesia adalah Ingin Menginjakkan Kaki di Tugu Kilometer Nol Indonesia, karena dari sini Indonesia dimulai. Dari sini Indonesia dihitung. Dari Titik Kilometer Nol!
Sekali lagi ke Sibolga. Sekali lagi menempuh 12 jam perjalanan melewati Danau Toba, Siantar, Balige, Tarutung, dan tiba di Sibolga. Kali ini untuk merekam kisah penduduk yang tinggal di daerah yang sukar didatangi.