Pemerintahan baru dibentuk tidak lama setelah pembunuhan salah satu tokoh opsosisi di Tunisia, Chokri Belaid yang menimbulkan aksi unjuk rasa di sejumlah kota besar.
Perang Mahabarata sepertinya sedang pecah di Partai Demokrat. Para senior tak lagi segan meminta Anas mundur, sementara loyalis Anas tak gentar dan terus melawan para 'sengkuni'. 2 Kubu di internal PD terang-terangan telah perang terbuka.
PSSI dikritik Menteri Pemuda dan Olahraga terkait cara pemanggilan pemain untuk masuk tim nasional. Terungkap kini, timnas memang dikelola dengan sangat tidak profesional, mulai dari soal administratif hingga pendanaan.
Permintaan para anggota dewan pembina Partai Demokrat agar Susilo Bambang Yudhoyono menyelamatkan partai disinyalir untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum. Anas diminta legowo mundur dari jabatannya.
Ketua DPD PD Maluku Utara M Rahmi Husein menyesalkan munculnya desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari posisinya sebagai ketum. DPD Maluku utara menegaskan dukungannya untuk Anas Urbaningrum.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kabarnya akan mengumumkan langkah-langkah penyelamatan partai pada hari ini juga. “Saya kira hari ini Ketua Dewan Pembina akan bicara,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Nurhayati Ali Assegaf, di Jakarta tadi pagi.
Desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari posisinya sebagai Ketum PD mulai bermunculan. Desakan itu diiringi kabar Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) akan menjadi Plt Ketua Umum PD.
Wacana melengserkan Anas Urbaningrum sudah mengemuka sejak nama Ketum DPP PD itu dikaitkan dengan kasus proyek Hambalang. Sempat mereda setelah Ruhut Sitompul dipecat dari DPP PD. Tapi kok sekarang muncul lagi?
Turunnya elektabilitas benar-benar memanaskan internal Partai Demokrat (PD). Makin banyak elite PD yang terus terang mendesak Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketua Umum PD.