Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan baso olahan yang mengandung daging babi di sekitar lokasi mereka. Pihak pengelola pasar menanggapi serius hal ini.
Mumu menjelasan para pembeli daging di Pasar Anyar Bahari memang rata-rata penjual baso dan ibu rumah tangga. Namun, ia meyakini tidak ada pedagang yang mengoplos dengan daging babi di pasar tersebut.
Para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) mendatangi Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal kasus bakso babi.
Harga daging yang melonjak tajam meresahkan warga sebagai konsumen. Tak hanya itu, maraknya pemberitaan mengenai percampuran daging sapi dengan daging babi juga membuat masyarakat Muslim khawatir.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengakui gemar makan bakso di kampungnya, Bangka Belitung. Ahok pun punya cerita soal pedagang bakso dan celana dalam.
Akibat melonjaknya harga daging sapi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan sekitar 50.000 pedagang bakso di Jakarta mengalami kesulitan. Akibatnya kasus penggunaan 'komoditi' pengganti daging sapi pun merebak.
Para pelaku pembuat bakso dari daging babi yang secara sengaja mengelabui atau tidak memberi tahu komposisi daging pada bakso yang seharusnya dari daging sapi terancam hukum pidana.
Beberapa perwakilan APMISO Jakarta menemui Gubernur DKI Jakarta, Tjahaja Purnama. Mereka menuding kasus bakso oplosan daging babi dampak kenaikan harga daging menyusul dilaksanakannya program swasembada sapi oleh pemerintah.