Sri Lanka yang dilanda krisis mengumumkan keadaan darurat nasional. Hal ini diumumkan beberapa jam setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negara itu.
Pengamat ekonomi menyebut, krisis di Sri Lanka menjadi peringatan dan pelajaran bagi Indonesia untuk terus memperkuat perekonomian di tengah tekanan global.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengumumkan dia akan mundur dari jabatannya setelah massa menyerbu kediaman resminya dan membakar rumah perdana menteri.
Para pemimpin aksi demonstrasi Sri Lanka mengancam akan terus menempati kediaman presiden dan perdana menteri sampai mereka benar-benar meletakkan jabatannya.
Pemimpin oposisi utama Sri Lanka Sajith Premadasa mengatakan dirinya berniat mencalonkan diri sebagai presiden, setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur.