Tidak seperti putaran pertama, kali ini di putaran kedua Pilgub DKI sepi dari survei. Ada apa? Mungkinkah karena banyak yang meleset hasil surveinya seperti Pilgub putaran lalu?
Direktur Indo Barometer, M Qodari memprediksi keunggulan tipis sementara Jokowi-Ahok atas Foke-Nara dalam putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta. Seperti apa analisanya?
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dipandang sebagai dua kandidat capres terkuat saat ini.
Peluang calon presiden alternatif muncul di Pemilu 2014 kecil. Namun setidaknya capres alternatif masih bisa muncul dari PD dan PKS yang sampai saat ini belum menentukan capres yang akan diusungnya.
Pasangan cagub DKI yang diusung PKS, Hidayat-Didik, menempati urutan ketiga berdasarkan hasil quick count. Tak ayal hal tersebut membuat dukungan dari pasangan itu diperebutkan dua pasangan yang kemungkinan akan melaju ke putaran kedua.
Partai Golkar dan PPP dinilai tak akan memberikan dukungannya kepada Jokowi ataupun Fauzi Bowo dalam putaran kedua pilgub DKI. Golkar disebut tak punya kepentingan, sementara PPP punya konflik internal.
Suasana di Warung Daun Cikini cukup ramai, sesekali suara tawa memenuhi ruangan. Ada pemandangan yang berbeda disana, 2 wajah yang sudah tidak asing lagi bagi warga DKI sedang duduk di tengah-tengah kerumunan.
Golongan putih (golput) yang tidak memakai hak suaranya ternyata masih cukup tinggi, sekitar sepertiga dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasil ini diperoleh dari metode hitung cepat yang dilakukan Indobarometer.