Sanksi Uni Eropa dan AS terhadap militer Myanmar tidak dapat menyembunyikan fakta bahwa gerakan demokrasi di negara ini gagal menggalang dukungan internasional.
Pasukan keamanan Myanmar menembak mati seorang pengunjuk rasa antikudeta. Di sisi lain, pemerintah Australia mengonfirmasi dua warga negaranya ditahan.
Para tenaga kesehatan Myanmar ikut turun ke jalan melangsungkan protes usai angka kematian terus bertambah. Mereka turun sejak fajar untuk hindari konfrontasi.
Situasi di Myanmar kacau sejak kekuasaan berganti secara paksa melalui kudeta militer. Korban berjatuhan, PBB menemukan indikasi kejahatan kemanusiaan.
Barikade darurat dari bambu, batu bata, dan ban karet yang terbakar telah membuat jalan-jalan di Yangon, kota terbesar Myanmar tampak seperti zona perang.