Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik per Agustus 2024 mencapai Rp 29,07 triliun atau sebesar 5,53% dari total piutang pembiayaan.
Tiga Nota Kesepahaman (MoU) disepakati oleh UMKM Haluan Bali dengan Buyer dari Belanda, sedangkan UMKM Bawadi dan UMKM Bali Honey dengan Buyer Malaysia.