Kekerasan telah meningkat di kamp pengungsi Rohingya yang luas di Bangladesh, di mana geng-geng bersenjata bersaing mendapatkan kekuasaan dan menculik lawan.
"Kita pilih pendidikannya, kita juga sudah ada rambu, tahu jika ada unsur radikalisme. Jangan sampai seperti ayahnya dulu," kata seorang mantan napiter.