Selama ini untuk mendeteksi adanya kanker dilakukan dengan mamografi, USG, MRI atau biopsi (pemeriksaan jaringan). Tapi bagi orang dengan risiko tinggi seperti memiliki riwayat keluarga kanker, tak ada salahnya melakukan tes darah untuk deteksi dini petanda tumor.
Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan terkena berbagai infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya yang menurun drastis. Setidaknya ada 7 penyakit lain yang menjadi risiko ODHA.
Kematian bayi karena penyakit rhesus darah sering terjadi karena sulitnya mencari donor darah langka tersebut. Salah satu yang memiliki darah langka itu adalah James Harrison yang telah menyelamatkan nyawa jutaan bayi karena darahnya yang istimewa.
Tak hanya perempuan yang bisa mengetahui kesuburannya. Laki-laki pun kini bisa mengukur kesuburannya dengan alat SpermCheck Fertility. Jika kedua stripnya negatif, kemungkinan si pria mandul.
Kasus alergi obat makin sering terjadi. Alergi obat susah dicegah tidak akan pernah diketahui sebelum seseorang mengalaminya. Bagaimana meminamilisir risiko terkena alergi obat?
Pengobatan kanker kadang masih menyisakan sel-sel kanker di tubuh. Kini ada vaksin untuk menghilangkan sel-sel kanker yang masih tersisa pada terutama pasien leukemia myeloid kronis.
Ketika demam secara tiba-tiba datang yang disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot, hati-hati bisa saja itu gejala demam berdarah. Deteksi DBD yang lambat bisa berakibat fatal.
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit serius yang bisa membuat nyawa melayang. Indonesia yang berada di negara tropis sering kerepotan menangani wabah DBD.