Tak hanya cita rasa hidangan tradisional yang memikat selera tetapi suasana kolonial yang kental membingkai penyajiannya. Ditata apik dengan pilihan bahan prima, membuat acara bersantap bagai jamuan internasional. Yang pasti tempat ini memang sulit dilupakan dengan sajian yang sungguh mempesona lidah!
Sebuah novel laris karya Donny Dhirgantoro yang terbit tujuh tahun yang lalu diadaptasi ke layar lebar. Memakan waktu yang cukup lama, tentu ada alasan kuat yang membuat kisah ini layak diangkat ke media gambar bergerak.
Siapa bilang yang diincar penumpang saat naik pesawat cuma pramugari cantik. Nyatanya, kehadiran aneka minuman ringan malah jadi yang paling dicari, mengalahkan pramugari!
Gulali merupakan pintalan gula yang sudah dipanaskan. Teksturnya yang mirip seperti kapas, begitu lembut dan terasa manis. Bubuk gula yang ditambahkan pewarna makanan membuat tampilannya lebih indah. Di China bentuk gulali dibuat lebih cantik!
Wah, serasa ada di sebuah bistro di Paris. Suasana yang nyaman dengan tantanan interior segar terbuka. Sajian duck confit bistro inipun mengelus lidah. Juga racikan escargots yang segar gurih dan membuat ketagihan. Karenanya selalu saja jatuh hati pada sajian lezat sang chef di bistro mungil ini.
Malang benar nasib si kecil Olivia. Sejak lahir ia sudah didiagnosis dengan sindrom langka, yang menyebabkan lidahnya tak berhenti tumbuh dan terus memanjang. Kondisi ini membuat Olivia tak dapat makan dengan normal juga tak bisa bicara.
Apa jadinya jika Anda masuk ke dalam pesawat dan menemukan pesepak bola Lionel Messi dan pemain basket Kobe Bryant menjadi penumpang? Iklan terbaru dari Turkish Airlines sukses mengundang gelak tawa banyak orang.
Buat penggemar ayam, boleh menguji selera dengan sajian ayam panggang dari rumah makan ini. Ayam kampung muda yang dipanggang sempurna ini, kulitnya garing renyah dan dagingnya lembut menggoyang lidah. Dicocol dengan sambal racikan yang aduhai pedas menggigit! Huah... huah!