Dampak banjir yang melanda wilayah Jakarta dua pekan yang lalu menyisakan lumpur dan sampah. Tidak sedikit juga warga yang terkena penyakit diare, flu, dan gatal-gatal. Namun semuanya masih dalam batas normal.
Banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara karena jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhary dan matinya pompa yang membuang air di Waduk Pluit. Banjir di Pluit itu tidak ada hubungannya dengan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang tidak banjir.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho punya analisa soal penyebab banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Ternyata, jebolnya tanggul Latuharhary berpengaruh pada waduk Pluit.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta menimbulkan jumlah pengungsi yang tidak sedikit, hingga lebih dari 15 ribu jiwa. Di tengah situasi darurat seperti sekarang ini, kebutuhan akan sanitasi menjadi keharusan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan 800 unit <i>mobile toilet</i> atau 'toilet berjalan'
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo malam ini mengunjungi pengungsi korban banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur. Jokowi kembali membawa bantuan bagi para pengungsi.
Selain tempat tinggal dan logistik, masalah kesehatan tak kalah penting bagi warga yang tinggal di tempat pengungsian. Untuk melayani kesehatan masyarakat, 66 posko kesehatan pun dibangun di Jakarta.
Tak kurang dari 500 RT di Jakarta terendam banjir. Jumlah pengungsi pun sudah mencapai angka 15 ribuan. Mereka yang tinggal di pengungsian membutuhkan banyak bantuan, seperti selimut dan makanan bayi.
Kepolisian membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menanggulangi bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jakarta. Satgas akan disebar di 371 titik rawan banjir dan bersiaga 24 jam.