Kamis (29/3) malam lalu, suasana di depan kampus UPI-YAI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat tampak mencekam. Ratusan mahasiswa melakukan aksi bakar ban dalam demo menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu.
Aksi-aksi demonstrasi yang menyuarakan penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia banyak yang berakhir ricuh. Namun di Bandung, unjuk rasa dinilai masih bisa terkendali dan kondisi keamanan pun terbilang kondusif.
Tiga pria yang bersembunyi di rumah warga yang berada di seberang gedung DPR digelandang polisi. Polisi mencurigai tindak-tanduk 3 pria dengan coretan odol di kedua pipinya itu.
Kerusuhan dalam demonstrasi menolak kenaikan BBM di DPR tidak saja menimbulkan korban luka. Seorang anak usia 2,5 tahun dinyatakan hilang karena terlepas dari tangan ibunya ketika terjebak dalam kerusuhan itu.
DM (22), mahasiswa Universitas Nasional (Unas) terpaksa ditangkap saat hendak berencana ikut berunjuk rasa di depan UI Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012). DM membawa knuckles.
Pemandangan berbeda muncul di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (30/3/2012). Sekitar 200 polisi mengumandangkan zikir di hadapan pedemo yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).