Pedagang di Pasar Wonokromo yang memiliki anak kecil kini tak perlu bingung. Pemkot Surabaya telah membangun sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA) di dalam pasar.
Selain sebagai relawan perpustakaan keliling, Abah Uju juga pandai bermain seruling. Gara-gara hobi itu, dia pernah dituding sesat. Seperti apa ceritanya?
Abah Uju berkeliling membawa sekira 50 buku dengan cara diikat di sepeda dan dimasukan ke dalam tas. Tak kurang dari 560 pembaca setianya selalu menunggu.