“Saya berdoa ‘Ya Allah kapan kita boleh (berjilbab)?’. Sebenarnya kita juga tidak enak sebab walaupun kita polisi tetap kita wanita. Kodrat wanita kalau di muslim kan wajib berjilbab. Jadi memang jilbab itu doa polwan bersama.”
Izin Kapolri Jenderal Sutarman bagi Polwan untuk berjilbab mendapat sambutan positif dari para Polwan yang selama ini 'memendam' keinginannya. Salah satunya adalah Aiptu Tati Suparti.
Athiyyah Laila hari ini menjalani pemeriksaan oleh KPK dalam kasus Hambalang. Namun, hari ini Athiyyah datang tanpa didampingi sang suami, Anas Urbaningrum.
Desain seragam dinas berjilbab ini diperagakan oleh 5 Polwan cantik yang berdinas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Mereka memamerkan seragam dinas untuk Satuan Lalu Lintas, Satuan Sabhara, Satuan Pam Obvit, Satuan Provost dan Satuan Brimob serta Satuan Polair.
Istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila memenuhi panggilan penyidik KPK. Athiyyah rencananya akan diperiksa terkait kasus Hambalang dengan tersangka Machfud Suroso.
Polri belum memiliki anggaran untuk seragam khusus polwan berjilbab, sehingga polwan yang ingin mengenakan seragam jilbab harus mengeluarkan biaya sendiri.
Kapolri Jenderal Sutarman memberi lampu hijau dengan mengizinkan Polwan mengenakan jilbab saat bertugas. Langkah tersebut diapresiasi komisi III DPR dan siap didukung dari segi anggaran.
Jenderal Sutarman mengizinkan polwan untuk berjilbab bagi yang berkehendak. Menyahuti itu, Polda Metro Jaya memeragakan baju dinas khusus untuk polwan berjilbab. Ini penampakan seragam yang dipamerkan:
Yulia Febrianti, warga Dusun Jadirejo, Jombang menghilang sejak seminggu lalu. Untuk mencari keberadaan gadis berumur 15 tahun itu, pihak keluarga meminta bantuan sembilan dukun (orang pintar). Hasilnya, tetap saja belum ditemukan.