Di resto yang satu ini sajian teppanyaki-nya disajikan individual. Hampir semua sajian "berakhir" mirip nasi goreng yang sungguh lezat. Ada Beef Pepper atau Juicy Cut Steak dengan layanan cepat dan kualitas sajian di atas rata-rata. Yummy!
Sebagai penggemar masakan Timur Tengah saya punya dua rumah makan khas Yemen favorit. Salah satunya adalah Hadramout. Bersiaplah untuk mengalami dining experience khas Arab bila berkunjung ke sini.
Nasi kuning umumnya disantap orang Manado sebagai salah satu menu sarapan. Nasi berikut lauk-pauk khasnya kini bisa dinikmati kapan saja. Bahkan kalau perlu tak usah ke luar rumah. Pulen dan wangi nasinya diberi topping sambal roa dan dibungkus daun pisang! Hmm... Sedapnya!
Tim pengawas DPR RI melakukan kunjungan dua buah perusahaan katering di Madinah. Tim pengawas meminta perusahaan katering untuk meningkatkan kebersihan.
Buat penggemar hidangan Thai, selama seminggu Anda bisa mencicipi Gay Satay, Tom Yum Goong atau Pad Phong Ka Ree Talay. Hidangan berempah dan sedap ini diracik langsung oleh chef dari negeri gajah putih hingga terjamin orisinalitasnya.
Wisata ke Medan terasa ada yang kurang jika tidak mencicipi kuliner khasnya. Ibukota Sumatera Utara ini punya ragam panganan yang bisa menggoyang lidah. Dari soto sampai durian, ada di sini!
Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan konsumsi ayam dan telur. Karenanya sebuah festival untuk mempromosikan konsumsi ayam dan telur akan digelar.
Kota Medan punya banyak destinasi wisata dan kuliner yang pantang dilewatkan. Kalau cuma punya 24 jam di ibukota Sumatera Utara ini, jangan pesimis. Tiap jam sangat berharga untuk Anda menjelajah kota ini!