Para perajin tahu-tempe di Mampang, DKI Jakarta kaget ketika mendapatkan surat dari Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) DKI Jakarta untuk meminta mogok produksi dari 25-27 Juli 2012.
Hari ini kelompok pengrajin tahu-tempe, Primer Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe (Primkopti) kembali melakukan sweeping di pabrik tahu-tempe. Kali ini sweeping digelar di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Belasan pengrajin itu mengobrak-abrik pabrik.
Pemerintah didesak cari dana untuk memberikan subsidi bagi perajin tahu dan tempe agar tetap bisa mempertahankan produksi untuk memenuhi kebutuhan gizi rakyat.
Menko Kesra Agung Laksono melakukan inspeksi mendadak di Bogor terkait menghilangnya tahu-tempe dari pasaran. Dia siap mengambil langkah untuk menekan harga kedelai dan berharap para perajin besok beroperasi.
Hasil razia tahu-tempe dari pedagang pasar akan dibawa ke markas Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Gabkoptindo). Nantinya para pedagang dipersilakan mengambil dagangannya kembali.
Belum selesai masalah tahu-tempe yang menghilang di Pasar, kini muncul fenomena produk sayuran seperti jengkol yang mulai langka, harganya pun melejit 50%.