Xiaomi mengumumkan akan membuka toko online pertamanya di Amerika Serikat. Namun toko tersebut ternyata tak akan menjual smartphone maupun tablet, melainkan hanya berjualan aksesoris saja. Mengapa?
Dibanding smartphone premium dari vendor lain, harga iPhone selalu lebih mahal, tidak terkecuali iPhone 6. Tapi CEO Apple Tim Cook kembali menegaskan bahwa iPhone berkualitas sehingga menurutnya layak dihargai mahal.
Xiaomi tak mengubah Kapasitas RAM dan storage di Redmi 2, tetap 1 GB dan 8 GB. Hal ini diprotes oleh sejumlah fanboy Xiaomi. Tak betah dikritik, Xiaomi pun merilis Redmi 2 'Enhanced Edition'.
Sesuai janjinya untuk fokus ke ponsel kelas menengah, HTC telah merilis Desire 626 yang menggunakan prosesor 64 bit, layar 5 inch, dan konektivitas 4G LTE. Namun harganya cuma Rp 2 jutaan.
Banyak vendor yang berlomba-lomba untuk bisa berjualan di Tiongkok. Alasannya? Tentu populasi penduduk Negeri Tirai Bambu itu yang begitu besar. Salah satunya adalah Qualcomm.
OnePlus tak mau sesumbar di tahun pertamanya melangkahkan kaki di Indonesia. Namun begitu masuk ke tahun kelima, siap-siap saja, vendor asal China ini akan jadi penantang serius perebutan tahta penguasa jagat ponsel.
Xiaomi punya penantang kuat yang juga berasal dari tanah China yakni Meizu. Kini, daya gedor Meizu dipastikan lebih kuat karena perusahaan ini mendapat suntikan dana super besar dari ‘Amazon-nya China’.
Vendor ponsel asal China mulai berbicara banyak di kancah global. Rupanya demikian juga di Indonesia, nama seperti Xiaomi atau Oppo makin melaju meski relatif belum lama masuk ke pasar Indonesia.