Berangkat dari tingginya diskriminasi pada kaum difabel, Triyono berinisiatif membuat Difa Bike, transportasi khusus bagi difabel. Tapi perjalanannya tak mudah.
Menjadi tuna daksa sejak tahun 1999, Ridwan tak pernah lelah memperjuangkan hak-hak difabel. Dan juga terus beraktivitas, dari olahraga hingga jadi trainer.