Warisan itu berupa bangunan perpustakaan yang dinamai Perpustakaan Ajip Rosidi. Di sana tersimpan rapi kurang lebih 40.000 koleksi buku fiksi dan nonfiksi.
Indra Darmawan (48), pria dijuluki 'Sarjana Pemulung,' tergerak membuka sekolah bagi anak-anak di pinggiran Citarum. Biaya sekolahnya dibayar dengan sampah.