Kehadiran Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo (PEW) di Partai Demokrat dianggap akan membawa pengaruh besar bagi Demokrat. Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo, menilai Pramono tak bisa dianggap remeh.
Pramono Edhie Wibowo digadang-gadang sebagai calon presiden Demokrat yang siap maju dalam konvensi tahun ini. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Alie Assegaf menilai Pramono punya peluang besar.
Kepala penelitian politik LIPI Syamsuddin Haris memprediksi masuknya Pramono Edhie Wibowo ke PD bukan suatu kebetulan. Namun perencanaan matang suksesi kepemimpinan PD ke depan, tak hanya soal kursi capres.
Eks KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo disiapkan menjadi capres PD. Namun menurut kepala penelitian politik LIPI Syamsuddin Haris, elektabilitas Pramono tak mampu menandingi capres potensial sekelas Joko Widodo (Jokowi).
Pramono Edhie Wibowo yang disiapkan menjadi capres diklaim PD lebih kuat ketimbang capres Gerindra Prabowo Subianto. Gerindra pun lekas angkat bicara, menegaskan kesiapan Prabowo bersaing dengan Pramono.
Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo resmi bergabung dengan Partai Demokrat dan mendapat satu kursi di jajaran Dewan Pembina. Tapi kehadirannya membikin galau sejumlah petinggi Demokrat. Apalagi, kabarnya Pramono pun diplot sebagai salah satu kandidat calon presiden.
Setelah masuk PD, Pramono Edhie Wibowo langsung menatap konvensi capres PD. Kini ada 2 anggota Dewan Pembina PD yang bertarung di konvensi capres PD, Pramono yang mantan KSAD dan Marzuki Alie. Siapa lebih kuat?
Mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo tengah dipersiapkan untuk ikut dalam konvensi capres PD. Meski mendapat dukungan internal, namun Pramono tetap harus menghadapi 'uji publik.