Hingga Juli 2011, Pemerintah telah melakukan pengadaan beras impor sebanyak 1,57 juta ton. Pengadaan beras itu senilai US$ 829 juta atau sekitar Rp 7,04 triliun.
Bulog harusnya menyerap beras-beras petani lokal. Namun kenyataannya hampir seluruh beras di salah satu gudang besar Bulog di Sidoarjo dipenuhi oleh beras impor.
Dalam Kabinet Indonesia Bersatu I, Mentan dijabat oleh Anton Apriyantono. Anton rupanya dianggap pemerintah AS sebagai menteri gagal. AS berharap Anton dicopot, namun harapan itu tidak terkabul.
Mari Elka Pangestu sudah lama dikeluhkan banyak kalangan. Kebijakannya yang mengobral izin impor dinilai tidak pro rakyat. Tak sedikit yang menuntut mundur.
Banyak kalangan meyakini ada mafia impor bermain sehingga Indonesia kecanduan produk impor. Mafia ini sulit diberantas karena justru direkomendasi kementerian.
Produk impor menyerbu pasar tradisional. Kebutuhan pangan yang ‘remeh temeh’ seperti garam, cabai sampai singkong pun impor. Rasa kurang sedap, tapi harga lebih murah.