Pelajar zaman sekarang sering beralasan mengisi waktu dengan bermain game-online. Sampai akhirnya kecanduan, waktu sekolah pun nekat bolos demi pergi ke warnet (warung internet).
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan, kelompok teroris menggunakan segala cara guna memenuhi kebutuhan jihad kelompoknya. Bukan saja dengan cara Fa'i, namun juga dengan cara menjual narkotika untuk membeli bahan peledak dan juga senjata api.
Kepala BNPT mengatakan seruan jihad itu disebarkan oleh para pimpinan teroris melalui buku-buku. Para pemimpin teroris ini, meski dari penjara, tetap menulis buku untuk menyebarkan semangat terorisme.
Sebuah kelompok terkait jaringan Al-Qaeda, Islamic State of Iraq mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 48 tentara Suriah dan 9 personel Irak beberapa hari lalu.
Seorang ibu diadili di Prancis Selatan karena memakaikan anaknya kaus yang bertuliskan 'Saya Bom' dan 'Saya Lahir 11 September'. Namun sang ibu membantah bahwa dia membela terorisme.
"Terdakwa terbukti atas kepemilikan senjata api untuk melakukan aksi teror dan merupakan salah satu anggota tim Hisbah Solo dengan pemimpin Sigit Qordowi yang melakukan jihad untuk memerangi orang-orang kafir seperti polisi," kata JPU, Fahturi S.
Seorang sisiwi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) asal Tuban menjadi korban penculikan. Pelaku berjumlah 3 orang menyamar sebagai sopir angkutan umum berplat kuning.
Kepolisian Arab Saudi menangkap 176 orang karena melakukan aksi demo ilegal untuk menuntut pembebasan para tahanan Islamis. Di antara mereka yang ditahan termasuk 15 wanita.