Meski sudah satu pekan berlalu, Mabes Polri rupanya belum juga berhasil melacak peretas situs www.polri.go.id. Polri beralasan butuh tim khusus untuk menangani penjahat cyber itu.
Hacker yang menyusup ke halaman situs Kementrian Komunikasi dan Informatika meninggalkan pesan khusus. Kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring itu diminta berkaca dan segera membenahi situsnya.
Setelah situs Polri, Lemhanas, dan Pertamina, kini giliran situs Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang disusupi hacker. Keusilan apa yang dibuat para peretas?
Akhir-akhir ini marak terjadi penyerangan ke situs pemerintah, yang sebenarnya memiliki tujuan mengingatkan pihak terkait akan jaringan keamanan situs tersebut. Apa yang harus dilakukan saat dedemit maya berhasil membobol suatu situs?
Tumbangnya satu per satu situs pemerintah menimbulkan sebuah pertanyaan. Seberapa amankah situs dengan domain .go.id tersebut? Ternyata 80% di antaranya diklaim mudah dibajak.
Seorang hacker yang menamakan dirinya eidelweiss, mulai menyerang beberapa situs pemerintah. Nah, kira-kira situs apalagi yang menjadi taget selanjutnya?
Satu persatu situs pemerintahan digerayangi hacker. Kali ini adalah situs keuangan kota Palembang. Di dalamnya pelaku menyisipkan berbagai pesan atas ketidakadilan yang ia rasakan.
Setelah situs Mabes Polri, Lemhannas, dan Pertamina satu lagi situs milik lembaga pemerintah dibobol dedemit maya. Situs milik TNI yang beralamat di http://internalpen.tni.mil.id/ disusupi gambar dan tulisan tidak resmi.
Apa yang terjadi pada situs resmi Mabes Polri beberapa waktu lalu bukan hal baru. Sedikitnya ada 3 juta situs milik pemerintah dengan domain .go.id yang sudah mengalami pembajakan.