Masyarakat Tengger tetap beraktivitas seperti biasa, meski aktivitas Gunung Bromo terus meningkat dengan mengeluarkan dabu vulkanik setinggi 1.500 meter.
Gunung Bromo masih batuk. Jumlah wisatawan yang berkunjung pun berkurang drastis. Sepinya kunjungan wisatawan ini otomatis membuat warga Tengger terpukul.
Meski Bromo dinyatakan erupsi dengan status siaga. Namun Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi belum berencana menaikkan status dari siaga ke awas.