Hidup dalam kemiskinan tak jarang membuat seseorang bertindak nekat. Salah satunya seperti yang dilakukan Mukari (58), warga Kota Kediri. Diduga dia memilih bunuh diri untuk mengakhiri kondisi miskin yang berkepanjangan.
Syahroji (22), narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi. Sebelum bunuh diri, Syahroji sempat menulis sepucuk surat untuk sang istri.
Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi. Napi bernama Syahroji (22) itu tewas dengan jeratan kawat jemuran di lehernya.
Seorang gadis cantik, Eka Agustina (21), ditemukan gantung diri di gudang rumahnya di Denpasar Selatan. Eka diduga stres karena sudah lama tidak bertemu ibunya yang bekerja di Taiwan.
Seorang siswi kelas 3 SMP Suteran, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya menggunakan dasi sekolah. Tindakan nekatnya diduga karena putus cinta.
Tangis Ujang, Ayah Wahyudin, dan kerabat lainnya langsung pecah saat jenazah Wahyudin hendak dibawa ke dalam ambulans. Ujang histeris dan ambruk, sehingga harus dipapah oleh dua orang.
Sehari-hari di lingkungan rumahnya, Wahyudin dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Para tetangga pun tak menyangka Wahyudin akan mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis.
Polisi masih menyelidiki tewasnya Wahyudin dengan cara gantung diri di Polsek Cimahi. Diduga motif bunuh diri pria warga Cihanjuang itu, karena malu diketahui berbuat mesum dengan perempuan yang bukan istrinya.