Presiden Prancis Macron apresiasi kebijakan Indonesia yang membatasi akses medsos bagi anak di bawah 16 tahun, sejalan dengan upaya perlindungan anak global.
Presiden Macron dan istrinya, Brigitte, berencana mengajukan bukti foto dan ilmiah ke pengadilan AS untuk membuktikan bahwa Brigitte adalah perempuan tulen.